Category Archives: News

Aplikasi Google+ 2.0 & Google Music 4.0.1 (Ice Cream Sandwich Leaked)

Kedua aplikasi ini sejatinya bakal ada di OS Android versi terbaru, yaitu Ice Cream Sandwich. Namun sudah ada yang mempublish duluan nih hasil copotan..

sumbernya didapat dari sini :

http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=1231290

Berikut ini link unduh kedua aplikasi tersebut :

Google Music 4.0.1

Google Plus 2.0

Why I Left BB and move on to anDroid

Original Post by Lucky Sebastian

Ini ngga ngeracun, ngga ngajak move on, just simply cerita kenapa saya
ninggalin BB.

Apakah BB ngga bagus?
Tidak, BB sangat bagus…

Apakah BB tidak keren?
BB sangat keren, makanya semua orang mau memilikinya, bahkan yang tidak
mampu beli yg asli beli replikanya

Apakah BB tidak canggih?
BB sangat canggih, servernya hebat… berkembangnya pesat

Apakah BB tidak bermanfaat?
Sangat bermanfaat, dipakai kerja sangat membantu..
Lebih dari itu BB memperkenalkan kepada masyarakat kita dunia lain, yaitu
email, internet , chatting dan social networking. Better than iklan internet
masuk desa.
Kalau ada penghargaan dari negara untuk orang2 yang membuat kemajuan bagi
negara, saya mengusulkan BB dimasukkan di dalamnya, BB memberikan bukti
nyata kepada masyarakat ada teknologi maju yang harus kita ikuti dan kuasai
dan kejar.

Apakah saya a BB lover?
Yup, sebelum mata terpejam, BB adalah benda terakhir yang saya pegang, waktu
mata terbuka di pagi hari, bb benda yang saya pegang pertama kali untuk
lihat ada berita atau kabar apa dari teman2.

Nah loo… so kenapa move on?

Percayakah anda pada cinta pada pandangan pertama?
Ketika pertama saya memegang Magic (android dari HTC, HTC Magic), saya
merasa ada sebuah “klik”
Masih ingat Micah Sanders? karakter di film seri Heroes yang bisa bicara
dengan mesin dan komputer?
Itu yang saya inginkan ketika memegang android pertama kali, ingin berbicara
dengan “mitos masa depan” ini.

Masih butuh beberapa lama sampai saya bisa memiliki sebuah android dan mulai
mendalaminya.
Akhirnya saya bawa 2 device, 1 BB dan 1 Android.

Akhirnya mulai, setiap malam sebelum tidur, android adalah benda terakhir
yang saya pegang dan benda pertama kali yang saya ambil ketika bangun.
Kalau dulu email teman2 dan bbm yang berlangsung hingga malam yang membuat
saya masih memegang bb sampai akhir tidur, kali ini karena saya ingin
berbicara dengan android , mengenal karakternya, kemampuannya.

Saya merasa BlackBerry kalau analogi kendaraan adalah sebuah mobil Kijang.
Bisa mengangkut banyak anggota keluarga, the more the merrier, aa, teteh,
paman, bibi, tante, oom, kakek , nenek semua bisa kita bawa dalam bbm nya
Bisa dipakai mampir ke undangan, bisa dipakai ngantor, nganter anak sekolah,
bisa dibawa liburan, bahkan ke pasar
(makanya dari keluarga paling kaya yang punya bentley atau RR, sampe
keluarga biasa , biasanya punya Kijang, setidaknya kata yang kaya, untuk ke
pasar..)

Android seperti sebuah Hummer, Humvee, kendaraan 4×4 offroad atau sebuah
Land Rover.
Yang dia tidak mampu adalah membawa semua aa , teteh, paman, bibi dll
tumplek blek dalam bbm 🙂
Tapi kalau anda ajak berlibur, dia bisa sampai ke ujung pantai, kalau anda
bawa ke gunung , dia bisa diajak masuk ke dalamnya, kalau dia diajak ke
pasar, bisa diajak ke tempat paling becek. Kalau anda ajak ngantor, dia bisa
parkir di atas trotoar walau parkiran penuh.

BlackBerry sudah penuh sesak, ketika rekan2 kirim attachment gambar,
tertatih tatih saya mendownload, ketika rekan memberi link url , tertatih
tatih saya membuka.
Ketika ada yang harus di download, berbagai macam trik harus dikerahkan
supaya bisa mengatasi hambatan batasan download. Ketika ada link youtube,
saya ter[aksa tutup pesannya.

BlackBerry sudah mengubah banyak kebiasaan orang, dulu saya kalau pulang
kerja, buka komputer download email dan balas via outlook, setelah ada BB,
outlook tidak pernah disentuh lagi. Semua saya depend di BB.
Sampai akhirnya saya mengikuti keingainan BB, limitasi.

Android tidak semudah BB, mengetik di android melatih kesabaran lebih
daripada belajar mengetik di BB storm. Padahal kita sudah biasa ngetik di
BB. Saya juga tau ini jawaban ketika banyak orang bertanya, kenapa banyak
pemilik android belum lama pakai sudah jual? Pertama they miss BBM, ke dua
mereka ngga tahan ngetik nya 😀

Jawaban ketiga adalah mereka belum tahu android bisa di push kemana, macet
ngantri di dalem Kijang sambil BBM dengan rekan2 dianggap lebih nyaman
daripada , naik Humvee yang bisa lewatin kemacetan karena bisa dipakai naik
ke trotoar , lewatin banjir dan shortcut via semak belukar.

*Jadi maksud anda BBM ngga bagus? Tidak, BBM sangat bagus, termasuk salah
satu arena chit chat paling hebat.*
Trus Android punya yang lebih hebat dari BBM? Tidak, android tidak punya….
Jadi kenapa tinggalkan BBM , padahal orang2 rasanya dunia runtuh ketika
kontak BBM nya hilang karena gagal upgrade?
Begini jawaban menurut saya:
Dulu ketika saya kecil, waktu terasa lama, hari demi hari berlangsung
lambat, libur sekolah 1 bulan, wuih…rasanya tidak habis2. Pulang sekolah
masih sempat puas main. Suah mandi sore masih sempat main lagi.
Tetapi sekarang tidak, hari2 berlalu sangat cepat.
BBM pertama kali sangat menyenangkan, tapi lama2 diperhatikan obrolannya
mulai tidak terlalu penting.
Kalau berteman dengan tukang jualan, tiap hari di bombardir jualannya:
Barang baru masuk, x, y z bla bla bla
Kalau ketemu customer: pak minta pin BBM nya, nanti sudah dikasih, ngga
kenal waktu tanya ini tanya itu, kalau sedang sibuk tidak dijawab, BUZZ
berkali kali.
Belum mereka yang begitu sosialita dan penyebar segala berita, dari si A
saya dapet broadcast message: hati-hati kalau terima ym dari si X, bisa
bikin BB hang bla bla bla.
Ngga lama isi yang sama saya dapet dari si B trus si C, trus si D.
Belum ada pesan yang dengan akhiran: sebarkan pesan ini ke 10 teman lagi
atau lebih supaya kamu tidak kena bencana. Bla bla bla…
TIba 2 saya dapet pesan dari miss X, yang saya tidak kenal, ternyata dia
sebenarnya miss S yang baru saja mengganti namanya dengan sederet icon hati,
smiley dll.

Then I feel it’s not for me anymore.

Di android tidak ada yang bisa buzz saya di google talk 🙂 Tidak ada yang bisa lihat saya sudah baca pesannya atau belum, kalau dimarahin kenapa belum di balas? saya tinggal berkelit belum baca… Ketika waktu senggang, saya lebih suka google talk secukupnya, tulis email dan baca rss. Android punya widget rss, yang tidak sepotong sepotong Saya cape kalau harus baca rss di bb, sudah sepotong baca full story harus masuk web nya dan laaaammmmmbatttt… sampe waktu menunggu lebih lama dari bacanya. Setiap hari saya bisa baca informasi teknologi terbaru cukup dari rss yang sudah ada potongan gambarnya.
Kalau dapet link youtube saya langsung bisa menikmati tanpa jeda, bahkan
bisa lihat youtube related nya. Rasanya senang nonton youtube, karena di pc
juga pakai speedy youtube terengah engah. Dan semenjak paki BB youtube
menjadi barang asing untuk saya. Kalau dapet link url, saya tidak ragu2 membukanya, karena dalam sekejap nongol di depan, full site, tanpa dikurang2i.
Kalau di BB bisa full site, misal pakai opera, bolt, tapi ketika di baca,
geser kiri geser kanannya PITA (pain in the ass…upss sorry) belum lag
nunggu fullsitenya muncul. Di android ketika saya besarkan dengan geser jari, huruf2 langsung menyusun rapi ke bawah, dan tinggal geser pakai jari ke bawah.
Belum kalau sitenya mengandung Flash…

Buka website sekarang menjadi kesenangan saya, bahkan kalau harus download
saya download dengan gembira, tinggal klik kaya di pc.
Karena android dibuat oleh Google, saya mulai lihat visinya ke depan sebagai
gadget segala informasi. Sedikit sedikit ada icon share, kalau web bagus
atau isi rss menarik, saya tinggal klik share, mau di share kemana? gmail,
email lainnya, FB, twitter, delicious? dll
Dan upload foto 3 mega ke FB is a snap, sebentar beres, kalau di BB hmmmm…
bbm aja sekarang kirim gambar musti accept, udah accept masih expired pula.

I love market. Android market berjibun dan bertambah terus apps tiap hari,
dari yang simpel sampai aneh. ngga ada keraguan untuk mencoba, karena
downloadnya sudah free , cepat pula, dan kalau ngga suka buangnya juga
gampang. Bejibun softaware dari yang amazing sampe yang ngga guna ada
disana.
Saya ngga pusing soal theme, soal background.
Semuanya ada di luar sana.
Sekarang sedang musim hujan, kalau saya membayangkan di negeri 4 musim
sedang salju. Ah iseng saya mau background saya hamparan salju dengan pohon2
cemara.
Maka saya hanya buka software background dan dia menyajikan bermacam macam
foto bagus online sudah dipilih dan sudah sesuai format ukurannya, tinggal
di pilih dan use it as background. Nanti malem mau ganti lagi, silahkan,
tidak perlu bawa gambar2 dalam memory mu.

Sesudah pilih tema yang cocok, background yang cocok, ya tinggal susun icon2
dan widget2 yang sesuai, semuanya personal dan tidak membosankan.
Kalau ganti theme di BB, seringkali jadi lost mana software yang kita mau
pakai, karena iconnya sudah berubah, susunannya harus sesuai kemauan pembuat
tema.
di android youre the boss, youre the architect.

Pekerjaan saya mengharuskan saya kerja sampai malam, ketika pulang saya
kadang ingin melepas penat , nongkrong ngopi di warung, dan lihat mood, ah
saya pengen denger lagu2 dulu, maka saya stel saja radio 24 jam online
seluruh dunia yang menyajikan lagu yang cocok, sambil saya baca komik di
android.
Dulu saya pernah pakai iPhone karena saya pikir wah baca komik asik di
iphone tinggal besarin gambarnya snappy. Tapi ternyata hanya pembesaran dan
tidak merapikan resolusi, jadi percuma gambar komik jadi buram. Dan masukin
ke dalam iPhone nya juga PITA, dikit2 sync itunes.
Di Android gambar dibesarkan kemudian resolusi ditampilkan sesuai ukuran
gambar, jadi enak bisa dibaca dan jelas, tinggal geser kiri geser kanan baca
frame per frame komik.

Saya teringat, jika anda2 adalah makhluk malam, yang tidur sangat larut, apa
yang harus dilakukan ketika teman2 chat sudah tertidur?
Dengan android saya masih asik download lagu, baca informasi terbaru, nonton
youtube, nyoba2 software, sampai mata tak kuat lagi.

Dan saya tidak pusing sekarang dengan backup kontak saya, semua ada di
google. Sekarang saya mau coba android baru atau mau ganti rom, saya
langsung kerjakan, karena sekejap kemudian data saya balik lagi.
Tapi 3000 kontak di jave saya tidak berhasil di upload ke google walau sudah
pake google sync dan menggunakan 3 provider ditinggal semalaman, entah
jalaurnya muter2 atau memang jave saya sudah uzur 🙂

Kemudian ketika saya bilang, this is the last day saya pakai layanan BB,
karena bis saya sudah jatuh tempo.
Saya cinta BB, tapi seperti pepatah tidak ada hamba yang bisa mengabdi
kepada 2 tuan 🙂
Saya bukan orang yang sanggup bawa 7 hape seperti mr B:-) atau bawa 3 BB
yang aktif semua seperti Mr Joh :-p , cdma esia yang kecil saja saya berikan
ke pegawai.
Saya hanya ingin bawa 1 device, yang bisa memenuhi mostly kebutuhan saya,
jiwa saya. Akhirnya saya memilih melengserkan BB yang sudah dari jaman
bayarnya 700rb dan scroll samping saya sudah miliki.Tunggu sampe BB evolusi
atau beli license WebOS…(ya kan oom wi 🙂

Buat yang mau coba android, saya hanya bisa bilang, miliki dulu, coba
kenali, coba “bicara” seperti micah.
Pakai cara keras untuk menguasai ketikannya, tinggalkan seminggu BB di laci
🙂 karena memang ngetik di BB itu mudah dan nyaman.
Jangan under estimate dengan diri anda bahwa anda ngga akan bisa ngetik
cepat di touchscreen, your mind is your weakness.
Ingat dulu jaman nokia seri 3 yang tombolnya kaya pencetan telepon jadul,
melingkar? Dulu saya bisa menguasainya, berarti sekarang lebih mudah 🙂
Ingat saja, mendaki ke puncak gunung butuh usaha, tapi ketika anda sampai di
puncak dan lihat matahari terbit, semua lelah terbayar, matahari terbit di
puncak gunung jauh lebih indah daripada dibalik monas 🙂
have fun.

Masih banyak yang bisa saya ceritakan, tapi saya mau ngetik yang lain ah,
sudah lama, cerita weekend :-p

Salam,

Lucky Sebastian

Perlukah Task Killer untuk Android kita?

Sumber :

http://www.kaskus.us/showpost.php?p=479800422&postcount=5

http://droid-den.com/android-guides/android-guide-should-i-use-a-task-killer/

untuk mengerti mengapa task killer tidak diperlukan pada Android, kita harus mengerti bagaimana Android me-manage task, dan mengerti apa itu task sebenarnya.

Android adalah operasi sistem multitasking, Android bekerja dengan ethos metodologi tidak meng-kill task. Designernya dengan sengaja meninggalkan fungsi mengkill task untuk menutup aplikasi. Mereka memutuskan untuk melakukan hal ini atas dasar bahwa pengguna ponsel akan berulang-ulang dan akan sering berinteraksi dengan berbagai macam aplikasi sepanjang hari.

Apakah Proses itu?

Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap aplikasi. Di dalam satu aplikasi bisa ada lebih dari satu proses. Namun, penting untuk dicatat bahwa hanya karena proses tersebut ada, tidak berarti; dia sedang bekerja. dengan kata lain ada yang dalam keadaan idle atau aktif.

Ketika Anda meninggalkan suatu aplikasi, aplikasi juga diijinkan untuk menjaga agar proses yang berjalan di background (true multitasking), memungkinkan untuk melanjutkan melakukan pekerjaan apapun yang perlu dilakukan.

Akhirnya ketika tidak akan ada memori yang tersisa, apakah itu waktunya untuk menggunakan Task killer? Tidak! Android cukup pintar untuk mengenali jika aplikasi bekerja dengan lambat pada ‘low memory’, dan akan mulai untuk menutup aplikasi yang mereka anggap memiliki prioritas rendah. Android menentukan prioritas dengan mendeteksi aplikasi yang telah Anda gunakan jarang (pada saat itu), dan tidak penting untuk HP anda (ciri aplikasi seperti ini yang akan ditutup pertama kali oleh Android). Ini belum termasuk aplikasi yang saat ini di latar depan, misalnya aplikasi inti seperti alarm jam. Ketika Android tidak menutup aplikasi sendiri untuk membebaskan memori, dengan cara yang sangat pintar Android akan membuka aplikasi yang sudah ditutup, ia akan mengembalikannya seakan-akan tidak pernah ditutup sama sekali (ini sebenarnya mirip dengan apa disebut oleh IOS ‘main multitasking’).

Salah Pengertian tentang Task Killer!

“Task Killer membuat baterai saya bertahan lebih lama” – SALAH!

Task Killer benar-benar melakukan sebaliknya, mereka membuat hidup baterai Anda lebih pendek! Mari kita melihat apa yang sebenarnya Anda lakukan ketika Anda membunuh tugas. Anda benar-benar menghapusnya dari memori. Ok, jadi dibandingkan dengan membiarkannya dalam memori Anda berharap untuk menghemat baterai? Tidak, banyak atau tidak sedikit memori yang digunakan oleh aplikasi ataupun bebas, baterai akan menggunakan jumlah yang sama. Anda malah benar-benar mengurangi masa pakai baterai karena ketika berikutnya Anda menggunakan aplikasi itu, Anda harus membuka ulang kembali, dan ini lebih menggunakan memori daripada sekedar meng-loadnya dari memori.

“Task Killer membuat ponsel saya berjalan lebih cepat” – SALAH!

 Task Killer membuat telepon Anda menjadi tidak stabil. Membunuh Proses adalah tindakan yang buruk karena mungkin proses itu akan digunakan oleh aplikasi lain. Ketika Anda membunuh, Anda yang menyebabkan gangguan dalam OS, memaksa aplikasi untuk membuka kembali, untuk membuka kembali proses yang digunakan bersama oleh aplikasi lain.

“Tidak ada tombol keluar, itulah kenapa saya menggunakan Task Killer” – SALAH!

Tidak ada tombol keluar karena android dirancang untuk user yang tidak butuh menutup aplikasi. Jika aplikasi perlu ditutup, Android akan melakukannya sendiri.

Kesimpulan :
1. Ini OS dengan konsep multitasking, jangan pakai Android kalau anda masih Windows minded yang kolot..it’s totally different system! Jadi mematikan aplikasi yang run di background yang akan otomatis dijalankan lagi secara otomatis adalah USELESS!!! Anda cuma nambahin kerjaan device Anda untuk terus me-load aplikasi tesebut.
2. Satu cara menghemat baterai device Android anda adalah dengan mengontrol data traffic nya, sebagian besar baterai Android, selain dipakai untuk layar besar Android anda, juga dipakai untuk terus menerus melakukan traffic data (sync, dll).

Saran :
1. Uninstall aplikasi yang TIDAK DIBUTUHKAN!!!
2. Hanya jika perlu, gunakan aplikasi untuk melihat proses yang berjalan, bukan task killer, tapi hanya untuk mengawasi proses apa yang paling memakan memori (menyebabkan lag) atau paling memakan batere seperti System Panel

Sepenggal Kisah Android (2)

Source : forum.android.or.id – Lucky Sebastian

Juni 2010, kita mencoba OS android baru yang namanya Froyo 2.2, dan
speed tiba2 naik menjadi 2,5 x lebih cepat.
Entah sudah berapa puluh macam custom rom saya coba, hasil
pengembangan otak2 encer dari luar dan dalam negeri yang menjukkan
bakat talentanya.
Entah sudah berapa ribu aplikasi saya coba dalam waktu yang singkat.

Saya ingat ketika anak saya minta handphone nya diganti dari sebuah
windows mobile yg berantakan ketika jatuh dari motor. Dia memilih
iPhone, dan semenjak itu menjadi apple fanboy, cita2 nya 1, menabung
untuk membeli iPhone terbaru dan sebuah Mac.
Dalam waktu singkat dia sudah jago ngehack iPhone, terampil jailbreak,
sehingga memudahkan pekerjaan saya, pulang tinggal kasih iPhone
customer ke tangan dia, besok bangun sudah selesai di jailbreak dan
diisi aplikasi sampai penuh
Waktu dia iseng nyoba2 nexus saya dia berkata: tidak sebagus dan
selancar iPhone, saya iyakan.
Saya senang isengi dia ketika ada satu aplikasi menarik, saya
perlihatkan, dan besoknya dia berkutat akan cari lawannya di iPhone.
Ini proses belajar buat dia dan saya untuk melihat lebih terbuka
kemajuan dua raksasa.
Keluhannya tentang iPhone kadang hanya masalah menjadi berat ketika
terlalu banyak di hack, mendahului masanya bikin iPhone bisa
multitasking, bisa dikelompokkan dll, dan kadang dia harus mulai dari
awal lagi ketika akhirnya iPhone nya ngehang berkepanjangan. Dan lama2
dia mengeluh menantikan iPhone 4 yg tidak nongol2 , kata dia bosan mau
diapain lagi iPhone yang sekarang 

Saya jadi mengerti kenapa Oom Steve sebel dengan jailbreakers, it
makes iPhone tidak menunjukkan karisma flawlesly nya lagi.
Disatu sisi saya melihat apple fanboys yang jago jailbreak rindu yang
namanya inovasi segera, menambahkan apa yang dirasa kurang disana,
yang kalau ditunggu harap2 cemas apakah akan dimasukkan dalam edisi
iPhone berikutnya tahun depan.
Oom Steve Jobs adalah orang yang perfectionist, jangan berharap akan
masuk ranah wimax atau LTE, sebelum wimax dan LTE menjadi umum dan
terlihat jalan baik. (saat iphone 2g keluar, dunia lagi test koneksi
3G)
Android berbeda, dia menurut saya seperti Star Trek, ” to boldly go
where no one has gone before…” makanya segera ada HTC Evo 4, samsung
epic dan ada desire Z.

One day saya pulang bawa iPhone 4, anak saya begitu senang, langsung
dia test, segala macam dia install termasuk film2 hasil convert nya.
Ketika duduk bersama saya bilang ayo kita lihat siapa lebih snappy
sekarang, pertama kita coba scroll, betapa kaget dia melihat, dulu
sama iPhone 3G aja kalah snappy itu nexus, sekarang nexus yang sama
bisa lebih snappy dari iPhone 4
Dia tidak percaya , dibilangnya saya ganti sama handset android baru,
setelah mencoba sendiri dia percaya itu nexus saya yang lama.
Besoknya dia mengembalikan iPhone 4 nya, saya tanya kenapa, dia bilang
dia tidak tertarik lagi, hanya mendapat gambar yang lebih bagus saja
tidak ada yg bisa dioprek lebih jauh… tidak jauh beda sama iPhone
nya yang lama.
(saya rasa dia mengoprek terlalu jauh, sehingga apa yang ada sekarang
di iPhone4 dulu sudah dirasakannya walau tidak sehebat pengalaman
aslinya)

Pada cerita diatas saya bukan meledek iPhone jelek, nope sama sekali
tidak, iPhone 4 sangat bagus. Beberapa kali saya tergoda untuk
memakainya, tapi user experience nya belum nempel buat saya, seperti
baju yang keren, tapi tidak membuat saya merasa nyaman.
Caranya mengolah email, notification, dan ketergantungan yang tidak
henti kepada iTunes not fit for me walau aplikasi2 nya luar biasa
hebat.

Butuh 1 tahun dari iPhone 2G ke 3G untuk menikmati forwarding sms, dan
copy paste,
butuh 1 tahun untuk ke 3Gs untuk bisa punya kompas dan autofokus camera,
dan butuh 1 tahun lagi untuk bisa multitasking di iPhone 4.

Setiap bulan semenjak memakai Nexus, saya mengalami seolah2 selalu
memiliki handset baru, dulu bisanya hanya ini, sekarang bisa itu, dulu
speed saya hanya segini, sekarang saya bisa melewati barriernya
Menurut saya ini adalah hasil dari keterbukaan dan inovasi setiap
level yang boleh dilakukan semua orang. Saya sekarang sangat nyaman
dengan Nexus one yang sangat cepat dan snappy, dan sudah tidak sabar
menantikan inovasi di Gingerbread, android 3.0!

Keterbukaan bukan disukai semua orang, seperti baru saja Oom Steve
dalam wawancara dengan macworld menyinggung masalah fragmentasi di
android dan masalah keterbukaan android dibanding dengan ketertutupan
apple.
Oom SJ menyinggung masalah android market, akan ada market dari
bestbuy, dari amazon, dari verizon , vodafone dan dari google sendiri,
(belum lagi market2 lokal) , dikatakan ini akan membuat developer
bingung. (setiap cerita oom steve selalu bawa developers, bahwa apple
adalah yang terbaik yang mengayomi developers, disatu sisi ini
menunjukkan pengakuan bahwa iphone menjadi hebat karena inovasi dan
dukungan developer? )

Sebelumnya masalah ini pernah dibawa menjadi pertanyaan ke google, why
google membiarkan ada “toko” aplikasi lain selain android market?
Tidakkah membuat google rugi?
Pertama google bercerita , bahwa komitmen mereka terhadap keterbukaan
(open source) jelas, bolehnya dibuat toko aplikasi lain sah sah saja,
ini dianggap memperkaya keterbukaan tersebut, developer boleh memilih
mana yang fit buat mereka, sama dengan cerita diatas konsumen android
boleh pilih type android mana dan operator mana yang dianggap paling
fit buat mereka.

Google tidak berbisnis jualan aplikasi, Oom Steve iya di appsore nya.
Tidak ada kerugian buat google ada toko aplikasi yg hasil penjualannya
tidak masuk ke kas google, karena itu bukan core bisnis google, core
bisnis google di iklan  Dengan banyaknya android, sekarang
pertumbuhan hit iklan di android naik 5x lipat. Ini seperti memberi
petani lahan gratis, ujung2 nya menang pilkada 

Kalau ada appstore lain di iphone tentu ini mengurangi pendapatan oom
Steve secara signifikan, karena jualan lagu dan aplikasi disana
sumbangan buat apple sangat-sangat besar. Kalau saya jadi Oom Steve,
memang itu langkah logis paling cengli, harus bisa monopoli

Masalah opensource android bukan hanya diuji di toko aplikasi,
beberapa handset android keluar dengan mesin pencari bukan google,
melainkan Bing dari microsoft atau Yahoo search.
Google diminta komentarnya, menurut pandangan orang2 itu memang kurang
ajar, sudah jelas2 android punya google dan anda ganti mesin
pencarinya dengan yg lain.
Google dengan tenang hanya menjawab, “kalau kami melarang mesin
pencari lain, bukankah itu mencederai semangat open source?”
Makanya dengan free anda bisa mencari aplikasi pencari lain di market
android, diantaranya Bing dan Yahoo search…  but kita2 tahu siapa
yang bisa diandalkan.
(kalau waktu itu gosip iPhone baru akan memakai Bing sebagai mesin
pencari pengganti google menjadi kenyataan, bagaimana rasanya memiliki
sebuah iPhone? I thing you’ll miss something big 
Di android ada banyak aplikasi untuk sebuah browser, xscope, dolphine
HD, Opera, Fennec (firefox), skyfire dll… apa yang menurut kita
lebih nyaman atau lebih baik silahkan dipakai bersama chrome lite
bawaan android bahkan menggantikannya.
Butuh berapa generasi iPhone sampai opera dijinkan ada sebagai
pendamping safari browser?

Fragmentasi diangkat besar2 oleh Oom Steve kemarin itu, sebagai
masalah besar di android, salah satu contohnya bahwa butuh 100 lebih
macam aplikasi Tweet deck (oom SJ keseleo menyebutnya TwitterDeck)
untuk fit di 244 macam handset android (sekarang kita tahu ada 244
macam handset android, how fast, juni lalu di Google IO baru around
60-80 macam).
Tapi ternyata besoknya dijawab oleh boss TweetDeck bahwa hanya ada 2
orang yang ngurusin aplikasi tweetdeck untuk android, menunjukkan
fragmentasi hanya masalah kecil.

Fragmentasi saya lihat terjadi kalau vendor lambat mengikuti arus,
misal sony ericsson yang dari awal bikin handset di bulan Juni x10,
dilanjutkan x10 mini, mini pro, dan sampai sekarang yang terbaru x8
tetap pakai donut 1.6 didalamnya, maka akan mengalami aplikasi2 baru
tidak bisa jalan di handsetnya ketika developer membuatnya untuk OS
yang lebih maju.
Kemungkinan dengan ini google mengajari ayo maju-maju, kalau nanti
tidak inovasi kamu dilibas yang lain.
Jadi ketika mau ikut keberhasilan didalam perahu android, selain
menghasilkan handset yang layak jual, vendor juga harus ikut
mendayung, kalau tidak tertinggal dan dilupakan.

Benar ada masalah fragmentasi di android, tapi no big deals seperti
diceritakan diatas. Apakah masalah ini tidak ada di iPhone? Dengan
rajinnya sekarang iPhone berperang dengan lock jailbreak, setiap
beberapa saat ada upgrade, 4.0, 4.01. 4.02, 4.1 dan mau 4.2 . Kalau
kita rajin mendownloadnya bayangkan berapa giga habis untuk OS ini,
karena iphone OS nya sudah menyentuh 500-600 Mega
Dan tidak semua aplikasi yang tadinya jalan di OS yang satu akan jalan
di OS mendatang 

Oom Steve , senang dengan angka2, penjualan iPhone sekian juta,
mengalahkan RIM dll (walau kemudian dibantah oleh RIM juga), jangan
suka tergiur dengan angka2.
Look at Nokia, terlalu asik dengan angka2 penjualannya sampai lupa
berinovasi, dan a little too late sekarang untuk mengejar perahu
iPhone dan android yg asik ngebut. Walau tahun 2012 symbian akan tetap
nomer 1 dalam hal jumlah, tapi tidak lagi ada gengsi memakainya.
Jangan nanti suatu saat speech oom Steve yang memberikan banyak
inspirasi hanya tinggal angka2…
Kalau oom Steve berhenti berinovasi, saya takut android juga berhenti,
coz no one to fight for 

Selamat ulang tahun ke 2 android
Keep Open Source
Keep open for choices
Keep Innovation

Senang kamu hadir menjadi penyeimbang, so we don’t face a draconian future…

Salam,

Lucky Sebastian

Sepenggal Kisah Android (1)

Source : forum.android.or.id – Lucky Sebastian

Kiranya sekarang sudah banyak yang mendengar tentang android dan boomingnya.
Dalam tulisan iseng ini, saya mau berbagi cerita tentang awal mulanya
android kenapa bisa muncul, sudah sampai mana dan mau kemana.
Tulisan ini sebagian pernah saya ceritakan sebagai bagian presentasi
dalam gathering id-android yg entah ke berapa kali, dan sedikit dalam
peluncuran Dell Streak.
Kiranya bermanfaat buat android lover dan gadgeteer lainnya, untuk
melihat semangat yang dikandung android di dalamnya.

Suatu ketika Google, raksasa search engine, membeli Android inc, yang
dipimpin Andy Rubin.
Setelah dibeli, Google mengangkat Andy Rubin sebagai Vice President of
Engineering urusan android, google menyadari, Andy Rubin yang berkutat
di android adalah orang yang paling mengerti tentang android, orang
ini tetap harus memimpin.

(Bandingkan dengan kisah Steve Jobs di Apple inc, dia yang membuat
apple, dia memberi rohnya, saat membesarkan Apple, eh dia bisa
disingkirkan dari Apple sampai harus membuat Next computer, dan
akhirnya kembali ke Apple menghasilkan kejayaan)

Saat itu digelar meeting, untuk mendengarkan visi dan misi dari
Android yang dibawakan oleh Andy Rubin.
Hadir disana adalah VP Engineering google, Vic Gundotra.

Ketika meeting baru mulai dan Andy siap memaparkan apa itu android,
Vic langsung menyela dengan skeptis, dengan pertanyaan:
“Andy, apa dunia ini benar masih butuh mobile operating system lain?”
Usaha google adalah di mesin pencari dan iklan, dan mesin pencari
google sudah ada disetiap smartphone.

Saat itu di dunia sudah ada banyak operating system, ada Windows
Mobile, ada Blackberry, ada Symbian , dan ada rajanya smartphone,
Apple dengan iPhone or iOS nya, belum lagi operating system kecil lain
.

Dan Andy menjelaskan demikian, ada 2 point utama kenapa android harus dibuat.

Point pertama.
Saat ini kita sedang kritis, dan butuh sebuah operating system yang
free dan terbuka (open source) supaya setiap developer bisa bebas
berinovasi di setiap level di dalamnya.
Dengan cara ini para pembuat handset atau vendor bisa membuat handset
sesuai keinginannya, boleh layar 2″, 3″ atau 4″.
Boleh pakai keyboard, boleh tidak., boleh ada kamera depan atau tidak…

Dan nanti semua operator bisa ikut bergabung bersama sesuai kemampuan
mereka, boleh 2G, 3G, 4G, LTE, Wimax, boleh CDMA boleh GSM dll.

Akhirnya nanti adalah konsumen yang diuntungkan, mereka bisa
menentukan sendiri handset smartphone android mana yang terbaik
menurut mereka, sesuai kebutuhan, kemampuan dan operator yang menjadi
pilihan mereka.

—– dan begitulah dasar dari android yang ada sekarang, dalam usia
masuk 2 tahun, android ada di berbagai merk, ada yg murah , ada yang
mahal, ada yg layar 2 inch, 3″ , 4″ bahkan 5″ dan 7″, ada yang
kecepatan prosesornya 300Mhz, ada yang 1Ghz, dan ada yang lebih dari
itu , ada yang berkeyboard, ada yang berlayar sentuh kapasitif,
resistif, berkamera depan, berkamera 3MP, 5MP, 8MP dll, juga dengan
berbagai dukungan operator berbeda-beda, android fit di
dalamnya.——–

Point ke 2.
Andy menambahkan point ke 2.
Karena kini google adalah raksasa IT, google punya kemampuan.
Kalau google diam saja, maka dunia akan menghadapi Draconian Future
–(draconian future mengacu kepada jaman Yunani ketika seorang bernama
Draco menjadi pengatur hukum disana, dimana pelanggaran kecil saja
mendapat hukuman yang berat)— masa depan yang “sulit” dimana nanti
di depan hanya akan ada:

1 Orang
1 Perusahaan
1 Operating System
dan 1 Operator
saja yang bisa jadi pilihan konsumen…

That’s the future we don’t want …

(dan sekarang yg baca bertanya-tanya siapa yang dimaksud oleh Andy
Rubin sebagai 1 penguasa? , kuncinya adalah tahun 1984 )

Pembicaraan ditutup dengan kata2 ini:

Jadi jika kita adalah orang yang

percaya akan:
Keterbukaan,

percaya akan
Pilihan

dan percaya akan
Inovasi
yang bisa dilakukan semua orang

Selamat datang di Android!

Semangat ini yang membawa Android terus berevolusi sampai sekarang,
maka dalam 1,5 tahun kehadiran android, sudah dipercaya oleh:
59 Operator
48 Negara
21 OEM
100 ribu aplikasi
200ribu android baru diaktivasi setiap hari.

Data sekarang sepertinya jauh lebih banyak, data ini kira2 ada di
bulan Juni-Juli 2010.

Sekarang, pada hari ini 21 Oktober 2010, android genap berumur 2 tahun.

Dalam umur yang sangat muda, kita merasakah euforia nya merangsek
semua aspek, silahkan buka semua grafik yang ada tentang android,
semua menyatakan gerakan yang menaik, setiap hari berita-berita
gadgets diisi oleh android, setiap beberapa hari android model baru di
launching.
Semua aspek , semua level konsumen hampir bisa menggunakan android
sebagai pilihannya, mau yang murah dikepala 1 juta ada, mau yang
tercanggih dan cepat ada, mau yang level mid ada, mau cdma, mau gsm,
mau yang bisa hsdpa, mau yang 4G, semua ada.

Sebuah gerakan keterbukaan dan gratis (open source dan free) , membuat
pandangan tentang sesuatu yang gratis biasanya tidak bagus, dijungkir
balikkan. Lihat aplikasi2 dari google yang gratis tanpa harus bayar,
we can say itu adalah aplikasi2 terbaik dibanding yang harus berbayar
sekalipun.
Lihat mereka yang cepat tanggap dan langsung berani menaiki perahu
keterbukaan ini, misalnya Motorola, ketika diambang keterpurukan
ketika tidak mampu bersaing dengan merk2 lain dalam hal inovasi,
langsung menanjak bahkan memperoleh anugerah best smartphone 2009, dan
sekarang adalah merk yang sangat berinovasi dengan android nya di
banyak level.
Dengan berani boss Motorola berkata :”kedepan motorola hanya akan
membuat smartphone android  ”

Lihat HTC, sama2 langsung berani percaya kepada google dan menjadi
partner terbaik, sekarang namanya bersinar di dunia sebagai pembuat
smartphone kelas atas dan membukukan keuntungan naik 60% dalam
setahun.

Samsung melakukan gebrakan, mengusung android dan langsung berani
fight dengan sang raksasa iPhone, sekarang SGS terjual jutaan dalam
waktu singkat, ada di banyak negara, dengan variasi type dan diusung
operator kelas atas.

Nokia , terlena dengan keberhasilannya yang panjang, lupa dan lambat
berinovasi, sekarang sulit mengejar 2 raksasa , android dan iPhone.
Hanya bisa mengejek ketika ditanya kenapa tidak ikut segera masuk ke
kapal android, ” hanya seperti anak kecil yang kencing dalam celana
waktu musim dingin, untuk merasakan kehangatan sesaat” begitu kira2
komentar CEO Nokia, dan kini proyek meego nya masih harus berjuang
keras membuktikan diri untuk bersaing dengan raksasa android dan
iphone yang terus berlari berkejaran, setelah langkahnya membuat
segala macam OVI untuk menyaingi rival penggerusnya BlackBerry kandas.

Blackberry menyadari, dia sangat hebat di sosialita dan server, tapi
untuk menggapai level emas smartphone terbaik masih harus digapai
lebih keras, ketika usahanya berevolusi di blackberry OS 6 , BB Torch
masih dianggap belum selevel duo raksasa.
Ini seperti dalam sekolah SMA, biasanya ada seorang murid yang menjadi
idola, ganteng, ramah tamah, banyak teman dan disukai banyak orang
juga terkenal disekolah. Tapi nanti yang namanya ada dihalaman khusus
di buku tahunan, dan terpajang namanya di dinding hall of fame sekolah
adalah bukan yang terganteng dan banyak teman, tapi selalu : lulusan
terbaik.
Dan calon lulusan terbaik itu adalah android dan iPhone.

Itulah fakta yang berbicara dalam 2 tahun ini, tentang keterbukaan,
pilihan dan inovasi. Dan sekarang dipuncak pertarungan hanya ada 2
raksasa, android dan iPhone.
(entahlah windows phone 7 akan jadi raksasa yg lain atau tetap akan
ada 2 raksasa)

Mari saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya dengan android,
mengapa saya tergila2 dengan nya.
Dulu tahun 2009 saya pernah bercerita tentang why i left blackberry
and move on to android, ketika saya memutuskan berganti “kendaraan”
dari bb ke android, padahal saat itu BB sedang ada di puncak, dan
android baru nongol sebagai handset model ke 2 yang ada di pasaran.
Sekarang sudah ada 100 bahkan lebih model handset android.
Saat itu android belum sehebat sekarang, sama seperti saya mengenang
ketika pertama mencoba iPhone 2G, saat itu iPhone juga belum sehebat
sekarang.

Akhir tahun 2009 google mengumumkan merelease the Nexus One, lompatan
android pertama dengan spek tinggi yang melampaui spek iPhone 3Gs
sekalipun, membuat oom Steve Jobs ngambek dengan mengatakan ” kita
tidak masuk ke bisnis mesin pencari, kenapa sekarang google masuk
bersaing ke bisnis kita di smartphone!” ( I Love Steve Jobs, kisah
hidupnya, visinya, speechnya luar biasa dan saya mengamini dia memang
pantas menjadi icon yang membawa perubahaan besar bagi teknologi
dunia).

Saya pernah bercerita juga tentang ini (di ketika google bermain
cantik) bahwa ternyata dugaan oom Steve salah, google bermaksud lain
ketika membuat Nexus One, dan hasilnya nyata, google hanya mendorong
lebih jauh vendor2 lain untuk mengayuh lebih cepat, makanya dalam
tahun 2010 ini perkembangan smartphone menjadi luar biasa cepat, speed
tinggi, layar makin cantik, user interface makih hebat dll
Baru keluar yang terhebat, sebentar kemudian ada yang lebih hebat.
Beberapa orang mengatakan : cape, baru beli yg terbaik rasanya sudah
ada yang lebih baik lagi.

Apple fanboy mengatakan, lebih baik apple, inovasinya jelas, setahun
sekali, beli sekarang , tahun depan baru ganti lagi

Android fanboy mengatakan, we want more! Let’s release the new one
with more power, more innovation now! Jangan tunda2 

Sekitar bulan januari-februari lalu saya menjadi (kemungkinan)
angkatan pertama yang memiliki nexus one, sekarang usianya menuju 1
tahun, betapa dalam perjalanan memilikinya saya menyaksikan
perkembangan yang cepat.

Bersambung …

Smartphone dan Tablet dalam Statistik, Siapa yang Menang?

Pasar ponsel saat ini dibanjiri data. Data itu berasal dari para analis dan lembaga riset yang membuat estimasi akan setiap perubahan yang terjadi di pasar ponsel. Setiap kali hasil keuangan triwulan diumumkan, maka setelahnya pasti ada perkiraan dan peneliatian pasar sehingga dalam setahun ada setidaknya empat kali data baru yang masuk ke pasar ponsel.

Dalam sejarahnya, Juli selalu menjadi bulan yang dipenuhi dengan hasil studi, survei dan prediksi. Survei dan penelitian itu dibuat dengan dengan berbagai maksud dan tujuan berbeda satu sama lain. Namun ada nilai yang patut diambil oleh para developer aplikasi dari berbagai hasil studi itu sehingga bisa diketahui tanda-tanda dari apa yang akan terjadi di pasar ponsel.

– Pengiriman Perangkat Mobile Global

Perkirakan IDC tentang pengiriman ponsel secara global merupakan hasil studi yang perlu diperhatikan. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa 365,4 juta unit perangkat mobile telah dipasarkan di seluruh dunia pada kuartal kedua 2011. Yang termasuk dalam angka itu adalah ponsel dan smartphone. Dan itu berarti telah terjadi peningkatan 11,3% dari tahun kemarin. Di kuartal kedua 2010, data UDC menunjukkan pengiriman ponsel di pasar global mencapai 328,4 juta unit. Meski demikian, peningkatan yang terjadi di tahun ini masih lebih rendah dari perkiraan pada analis IDC yang sebelumnya memprediksi 13,3%.

IDC mengatakan bahwa penjualan ponsel standar (bukan smartphone) merosot 4% setiap tahunnya di kuartal terakhir. Hal itu pertama kali terjadi sejak kuartal ketiga 2009. Secara keseluruhan dipengaruhi oleh penjualan smartphone yang tumbuh semakin pesat.

IDC menggambarkan hal itu sebagai ‘titik transisi’, yang juga didukung oleh Nielsen, sebuah perusahaan riset pasar di Amerika. Nielsen mengklaim bahwa di pasar dalam negeri, pada periode Maret – Mei 2011 smartphone lebih banyak dijual dibanding ponsel standar. Titik transisi tidak hanya terjadi di pasar-pasar dunia Barat karena IDC juga mencatat adanya angka penjualan tinggi dari smartphone Android murah yang terjadi di negara-negara Amerika Latin dan Asia Tenggara.

Ada lima vendor telepon selular paling populer dengan menempatkan Nokia pada urutan pertama, menjual 88,5 juta unit ponsel. Namun angka itu merupakan kemerosotan drastis sebesar 33,8% dibanding pada Q2 2010, menjadi 24,2% di Q2 2011. Di tempat kedua ada Samsung yang mengalami kemajuan pesar dengan 70,2 juta unit dan mendominasi 19,2% pangsa pasar. Diperkirakan Samsung akan mampu menyusul laju Nokia dalam waktu dekat.

– Pengiriman Smartphone

Jika data di atas ditujukan untuk ponsel secara umum, maka banyak developer aplikasi yang memilih fokus pada data penjualan smartphone saja. Tidak ada perkiraan yang meleset di kuartal kedua tahun ini, juga tidak ditemukan data yang sulit dianalisa.

Dimulai dari data terakhir, Apple berhasil menjual iPhone sebanyak 20,4 juta unit di Q2, mengungguli Nokia yang menjual 16,7 juta unit smartphone. Sementara itu HTC baru saja mengumumkan berhasil menjual 12,1 juta smartphone di Q2 2011. Perusahaan lain dengan penjualan smartphone tinggi termasuk LG (5,4 juta), Sony Ericsson (5.3 juta) dan Motorola (4.1 juta).

Samsung dan RIM dinilai tidak cukup transparan. Ini karena Samsung menolak memberikan angka yang tepat untuk penjualan smartphone di Q2. Diperkirakan itu terkait ketakutan Samsung pada pesaing-pesaingnya jika mereka bisa membaca keberhasilan Samsung di Q2 2011 ini. Dalam kasus RIM, kesulitan menganalisa hasil penjualan smartphone karena tahun anggaran RIM tidak mengikuti tahun kalender, sehingga dalam kuartal fiskal yang berakhir pada tanggal 28 Mei, RIM mengatakan berhasil menjual 13,2 juta BlackBerry smartphone. Terkait dengan hal itu, para analis di ABI Research memberikan prediksi baik untuk Samsung maupun RIM. Samsung diprediksi berhasil menjual 19 juta smartphone sementara RIM dengan 13,2 juta smartphone di Q2 2011.

ABI Research juga mengatakan Android berhasil menguasai 46,4% pangsa pasar smartphone di Q2 dengan 47 juta unit, iOS (20.4 juta), Symbian (16,7 juta) dan BlackBerry (13.2juta).

– Terobosan smartphone

Data di atas berlaku untuk pengiriman baru semua smartphone. Tetapi ada juga perusahaan lain yang tertarik mengetahui berapa banyak perangkat yang ada di tiap OS berhasil dipasarkan. Nielsen menerbitkan sebuah hasil penelitian pasar yang melacak OS mana yang paling populer di Amerika.

Penelitian Nielsen itu menempatkan Android pada persentse tertinggi dengan 39%, diikuti oleh iOS (28%), BlackBerry (20%) dan kemudian gabungan Windows Mobile dan Windows Phone 9%.

Sementara itu hasil studi yang dilakukan comScore pada bulan Juli 2011 cukup menimbulkan kontroversi dengan membuat perkiraan untuk smartphone OS di Inggris. comScore mengatakan iOS memiliki pangsa pasar 27,1%, diikuti oleh Android (26,7%), Symbian (22,5%), dan BlackBerry tertinggal jauh di belakang.

Secara terbuka RIM memprotes hasil studi itu. Namun perlu dicatat bahwa meskipun comScore mengatakan pengguna BlackBerry di Inggris hanya tersisa 3.6 juta dan RIM keberatan dengan angka itu, namun yang sebenarnya pencapaian BlackBerry tetap hanya di bawah angka 7 juta.

– Prediksi Smartphone dan aplikasinya

Bagaimana nasib smartphone di masa mendatang? Lembaga analisa Gartner telah membuat prediksi untuk penjualan smartphone. Ini berbeda dengan analisa jumlah pengiriman dan penjualan karena penelitian ini benar-benar mencakup smartphone yang dibeli dan telah ada di tangan konsumen.

Gartner memperkirakan Android akan menjadi OS terlaris sampai 2015 dengan penguasaan pasar OS sebesar 48,8%. Gartner juga menganalisa bahwa akan ada 467,7 juta smartphone dijual pada 2011, dan akan menjadi 1,1 miliar pada tahun 2015.

Tapi intinya adalah bahwa tetap ada empat kekuatan besar (termasuk Android) yang bermain di pasar smartphone; Windows Phone (19,5% pada 2015), iOS (17,2%) dan BlackBerry (11,1%) yang semuanya memiliki penjualan bagus sampai empat tahun mendatang.

Yang akan terpengaruh dari semua penelitian itu pastinya para developer aplikasi. Canalys memiliki beberapa prediksi untk hal ini; in-app purchase dan app subscription akan mencapai $7,3 miliar pada tahun 2011, dan akan meningkat menjadi $36.7 miliar di tahun 2015. Perkiraan ini tidak termasuk pendapatan dari iklan.

Ada pula Strategy Analytics yang berpendapat bahwa pada akhir tahun 2012, download berbayar akan mencapai hampir $2 miliar setiap triwulan. Android Market akan menyalip Apple App Store dalam hal volume download (tetapi tidak dengan pendapatan) pada akhir 2012.

IDC juga memiliki hasil untuk aplikasi, meskipun hasil tersebut lebih untuk jumlah download, bukan pendapatan. Jumlah mobile download untuk aplikasi meningkat dari 10,7 miliar pada 2010 menjadi 182,7 miliar di tahun 2015.

– Prediksi Penjualan Tablet

Area terakhir yang juga mendapatkan prediksi di bulan Juli adalah pasar tablet. Perkiraan ini baik untuk tablet yang telah terjual maupun yang akan terjadi setelah 2011.

Strategy Analytics memperkirakan untuk Q2 2011, iPad milik Apple menguasai 61% dari pangsa pasar tablet dengan penjualan 9,3 juta unit. Di belakangnya ada Android dengan 30,1% (4,6 juta), tablet Windows (0.7 juta) dan BlackBerry Playbook (0.5 juta).

Secara terpisah, bank investasi UBS memprediksi iPad akan menempati 63% dari pasar tablet di 2011 dengan penjualan 37,9 juta unit. Samsung ada di tempat kedua dengan penjualan 5 juta tablet, diikuti oleh Asus (2,2 juta), RIM (1,9 juta) dan Motorola (1,8 juta).

Informa Telecoms & Media juga memiliki prediksi terhadap pasar tablet. Perusahaan ini mengatakan iPad saat ini menguasai 75% dari pasar tablet namun akan jatuh ke angka 39% pada tahun 2015. Di atasnya ada tablet Android dengan 38%. Informa mengatakan iPad berhasil terjual 90 juta unit dan Android 87 juta unit di 2015. Pada 2016, tablet Android melampaui iPad.

Well, bisa saja semua prediksi itu salah. Namun besar pula kemungkinan akan terjadi seperti yang telah diperkirakan para analis. Pada paruh kedua 2011 ini dipastikan akan banyak perbaikan yang dilakukan para analis tentang pasar smartphone dan tablet.

Source

Apa Itu Root, Flash Custom Rom, & Kernel

Custom ROM

Sebenarnya orang sering bilang custom rom itu menurut saya sedikit membingungkan. rom itu sendiri kan = read only memory. Data2 yang ada di read only memory itu merupakan data2 sistem operasi. jd ketika orang menyebutkan custom rom, sebenarnya itu merupakan modified os untuk Android yang di develop oleh kalangan publik secara bebas. mengapa bisa begitu? ya karena android itu open source. sehingga setiap individu dapat dengan bebas memodifikasi sistem operasi android itu sendiri.
DHD sudah banyak yang mendevelop os nya.

Root

Nah setelah itu kita coba mengenal root itu sendiri. Root itu semacam hak akses tertinggi di dalam sistem android. ketika kita pertama kali menggunakan handset android yg baru beli dari toko, kita belum mendapatkan hak akses tersebut. kalo di windows, istilahnya kita hanya sebagai guest, belum jadi administrator. nah apa gunanya kita melakukan root untuk mendapatkan hak akses tertinggi? ok begini, seandainya kita punya komputer baru. sudah kita instal windows. namun kita cuman bisa masuk dan mengakses sebagai guest saja. bagaimana rasanya? hal itu sama rasanya ketika menggunakan Android tanpa di-root. banyak aplikasi2 penting seperti titanium backup utk membackup data, shoot me & drocap untuk print screen halaman, setCPU untuk mengatur clock cpu, dll yang tidak dapat dijalankan. tentu rasanya kita ini dibatasi kan? padahal OS kita ini open source. jadi kalo Android ga di root, itu rasanya seperti bukan Android. hehe.. root itu merupakan gerbang awal dari “permainan” berikutnya. permainan di sini merupakan istilah saat kita flashing custom rom / OS, kita overclock cpu, ganti kernel bawaan, semuanya gerbangnya dari root itu. tanpa root, kita ga bisa melakukan hal2 tersebut.

Kernel

untuk kernel, kernel itu merupakan sistem inti yang menjadi jantung dari sistem operasi. operasi2 yang dijalankan oleh os, itu diproses oleh kernel. kernel di android juga bisa dimodifikasi. dan tentunya akan membawa keuntungan bagi sistem operasi atau custom romnya itu sendiri. biasanya, orang mendevelop kernel itu disesuaikan dengan custom rom nya. kita tidak bisa seenaknya mengganti kernel kita dengan kernel lain yang tidak direkomendasikan oleh pembuat custom rom. di saat kita memflashing custom rom pada handset android kita, di dalam custom rom itu sendiri sebenarnya sudah tersedia kernel. dan terkadang kernel tersebut sudah dimodifikasi. namun tidak semua handset menyediakan custom kernel. ada beberapa handset, yang bootloadernya dikunci oleh perusahaan handsetnya. sehingga kita cuman dapat mengganti OSnya, tanpa dapat mengganti kernelnya. untuk DHD, bootloadernya tidak dikunci, sehingga kita bebas flashing kernel. hehe..

Flash OS & Kernel

flashing os & kernel merupakan suatu cara memasukkan data sistem operasi atau menginstall sistem operasi & kernelnya di dalam handset android kita. hampir sama caranya dengan ketika kita menginstall ulang komputer. pertama kita masuk recovery mode. (recovery mode utk DHD tersedia ketika kita menyelesaikan tahap root sampai instalasi clockworkmod recovery.. baca tutorial saya sebelumnya) setelah itu kita hapus / wipe seluruh data sistem operasi yang lama. kita hapus cache memory dari sistem operasi yang lama. jadi intinya kita melakukan full wipe. setelah itu baru kita install os baru / custom rom. Di dalam clockworkmod recovery, semuanya telah tersedia. kita tinggal menggunakan saja. instalasi osnya itu yang dimaksud sebagai flashing.jadi kalo denger2 flashing, sebenarnya itu ya instalasi, namun dilakukan lewat recovery.