Sepenggal Kisah Android (2)

Source : forum.android.or.id – Lucky Sebastian

Juni 2010, kita mencoba OS android baru yang namanya Froyo 2.2, dan
speed tiba2 naik menjadi 2,5 x lebih cepat.
Entah sudah berapa puluh macam custom rom saya coba, hasil
pengembangan otak2 encer dari luar dan dalam negeri yang menjukkan
bakat talentanya.
Entah sudah berapa ribu aplikasi saya coba dalam waktu yang singkat.

Saya ingat ketika anak saya minta handphone nya diganti dari sebuah
windows mobile yg berantakan ketika jatuh dari motor. Dia memilih
iPhone, dan semenjak itu menjadi apple fanboy, cita2 nya 1, menabung
untuk membeli iPhone terbaru dan sebuah Mac.
Dalam waktu singkat dia sudah jago ngehack iPhone, terampil jailbreak,
sehingga memudahkan pekerjaan saya, pulang tinggal kasih iPhone
customer ke tangan dia, besok bangun sudah selesai di jailbreak dan
diisi aplikasi sampai penuh
Waktu dia iseng nyoba2 nexus saya dia berkata: tidak sebagus dan
selancar iPhone, saya iyakan.
Saya senang isengi dia ketika ada satu aplikasi menarik, saya
perlihatkan, dan besoknya dia berkutat akan cari lawannya di iPhone.
Ini proses belajar buat dia dan saya untuk melihat lebih terbuka
kemajuan dua raksasa.
Keluhannya tentang iPhone kadang hanya masalah menjadi berat ketika
terlalu banyak di hack, mendahului masanya bikin iPhone bisa
multitasking, bisa dikelompokkan dll, dan kadang dia harus mulai dari
awal lagi ketika akhirnya iPhone nya ngehang berkepanjangan. Dan lama2
dia mengeluh menantikan iPhone 4 yg tidak nongol2 , kata dia bosan mau
diapain lagi iPhone yang sekarang 

Saya jadi mengerti kenapa Oom Steve sebel dengan jailbreakers, it
makes iPhone tidak menunjukkan karisma flawlesly nya lagi.
Disatu sisi saya melihat apple fanboys yang jago jailbreak rindu yang
namanya inovasi segera, menambahkan apa yang dirasa kurang disana,
yang kalau ditunggu harap2 cemas apakah akan dimasukkan dalam edisi
iPhone berikutnya tahun depan.
Oom Steve Jobs adalah orang yang perfectionist, jangan berharap akan
masuk ranah wimax atau LTE, sebelum wimax dan LTE menjadi umum dan
terlihat jalan baik. (saat iphone 2g keluar, dunia lagi test koneksi
3G)
Android berbeda, dia menurut saya seperti Star Trek, ” to boldly go
where no one has gone before…” makanya segera ada HTC Evo 4, samsung
epic dan ada desire Z.

One day saya pulang bawa iPhone 4, anak saya begitu senang, langsung
dia test, segala macam dia install termasuk film2 hasil convert nya.
Ketika duduk bersama saya bilang ayo kita lihat siapa lebih snappy
sekarang, pertama kita coba scroll, betapa kaget dia melihat, dulu
sama iPhone 3G aja kalah snappy itu nexus, sekarang nexus yang sama
bisa lebih snappy dari iPhone 4
Dia tidak percaya , dibilangnya saya ganti sama handset android baru,
setelah mencoba sendiri dia percaya itu nexus saya yang lama.
Besoknya dia mengembalikan iPhone 4 nya, saya tanya kenapa, dia bilang
dia tidak tertarik lagi, hanya mendapat gambar yang lebih bagus saja
tidak ada yg bisa dioprek lebih jauh… tidak jauh beda sama iPhone
nya yang lama.
(saya rasa dia mengoprek terlalu jauh, sehingga apa yang ada sekarang
di iPhone4 dulu sudah dirasakannya walau tidak sehebat pengalaman
aslinya)

Pada cerita diatas saya bukan meledek iPhone jelek, nope sama sekali
tidak, iPhone 4 sangat bagus. Beberapa kali saya tergoda untuk
memakainya, tapi user experience nya belum nempel buat saya, seperti
baju yang keren, tapi tidak membuat saya merasa nyaman.
Caranya mengolah email, notification, dan ketergantungan yang tidak
henti kepada iTunes not fit for me walau aplikasi2 nya luar biasa
hebat.

Butuh 1 tahun dari iPhone 2G ke 3G untuk menikmati forwarding sms, dan
copy paste,
butuh 1 tahun untuk ke 3Gs untuk bisa punya kompas dan autofokus camera,
dan butuh 1 tahun lagi untuk bisa multitasking di iPhone 4.

Setiap bulan semenjak memakai Nexus, saya mengalami seolah2 selalu
memiliki handset baru, dulu bisanya hanya ini, sekarang bisa itu, dulu
speed saya hanya segini, sekarang saya bisa melewati barriernya
Menurut saya ini adalah hasil dari keterbukaan dan inovasi setiap
level yang boleh dilakukan semua orang. Saya sekarang sangat nyaman
dengan Nexus one yang sangat cepat dan snappy, dan sudah tidak sabar
menantikan inovasi di Gingerbread, android 3.0!

Keterbukaan bukan disukai semua orang, seperti baru saja Oom Steve
dalam wawancara dengan macworld menyinggung masalah fragmentasi di
android dan masalah keterbukaan android dibanding dengan ketertutupan
apple.
Oom SJ menyinggung masalah android market, akan ada market dari
bestbuy, dari amazon, dari verizon , vodafone dan dari google sendiri,
(belum lagi market2 lokal) , dikatakan ini akan membuat developer
bingung. (setiap cerita oom steve selalu bawa developers, bahwa apple
adalah yang terbaik yang mengayomi developers, disatu sisi ini
menunjukkan pengakuan bahwa iphone menjadi hebat karena inovasi dan
dukungan developer? )

Sebelumnya masalah ini pernah dibawa menjadi pertanyaan ke google, why
google membiarkan ada “toko” aplikasi lain selain android market?
Tidakkah membuat google rugi?
Pertama google bercerita , bahwa komitmen mereka terhadap keterbukaan
(open source) jelas, bolehnya dibuat toko aplikasi lain sah sah saja,
ini dianggap memperkaya keterbukaan tersebut, developer boleh memilih
mana yang fit buat mereka, sama dengan cerita diatas konsumen android
boleh pilih type android mana dan operator mana yang dianggap paling
fit buat mereka.

Google tidak berbisnis jualan aplikasi, Oom Steve iya di appsore nya.
Tidak ada kerugian buat google ada toko aplikasi yg hasil penjualannya
tidak masuk ke kas google, karena itu bukan core bisnis google, core
bisnis google di iklan  Dengan banyaknya android, sekarang
pertumbuhan hit iklan di android naik 5x lipat. Ini seperti memberi
petani lahan gratis, ujung2 nya menang pilkada 

Kalau ada appstore lain di iphone tentu ini mengurangi pendapatan oom
Steve secara signifikan, karena jualan lagu dan aplikasi disana
sumbangan buat apple sangat-sangat besar. Kalau saya jadi Oom Steve,
memang itu langkah logis paling cengli, harus bisa monopoli

Masalah opensource android bukan hanya diuji di toko aplikasi,
beberapa handset android keluar dengan mesin pencari bukan google,
melainkan Bing dari microsoft atau Yahoo search.
Google diminta komentarnya, menurut pandangan orang2 itu memang kurang
ajar, sudah jelas2 android punya google dan anda ganti mesin
pencarinya dengan yg lain.
Google dengan tenang hanya menjawab, “kalau kami melarang mesin
pencari lain, bukankah itu mencederai semangat open source?”
Makanya dengan free anda bisa mencari aplikasi pencari lain di market
android, diantaranya Bing dan Yahoo search…  but kita2 tahu siapa
yang bisa diandalkan.
(kalau waktu itu gosip iPhone baru akan memakai Bing sebagai mesin
pencari pengganti google menjadi kenyataan, bagaimana rasanya memiliki
sebuah iPhone? I thing you’ll miss something big 
Di android ada banyak aplikasi untuk sebuah browser, xscope, dolphine
HD, Opera, Fennec (firefox), skyfire dll… apa yang menurut kita
lebih nyaman atau lebih baik silahkan dipakai bersama chrome lite
bawaan android bahkan menggantikannya.
Butuh berapa generasi iPhone sampai opera dijinkan ada sebagai
pendamping safari browser?

Fragmentasi diangkat besar2 oleh Oom Steve kemarin itu, sebagai
masalah besar di android, salah satu contohnya bahwa butuh 100 lebih
macam aplikasi Tweet deck (oom SJ keseleo menyebutnya TwitterDeck)
untuk fit di 244 macam handset android (sekarang kita tahu ada 244
macam handset android, how fast, juni lalu di Google IO baru around
60-80 macam).
Tapi ternyata besoknya dijawab oleh boss TweetDeck bahwa hanya ada 2
orang yang ngurusin aplikasi tweetdeck untuk android, menunjukkan
fragmentasi hanya masalah kecil.

Fragmentasi saya lihat terjadi kalau vendor lambat mengikuti arus,
misal sony ericsson yang dari awal bikin handset di bulan Juni x10,
dilanjutkan x10 mini, mini pro, dan sampai sekarang yang terbaru x8
tetap pakai donut 1.6 didalamnya, maka akan mengalami aplikasi2 baru
tidak bisa jalan di handsetnya ketika developer membuatnya untuk OS
yang lebih maju.
Kemungkinan dengan ini google mengajari ayo maju-maju, kalau nanti
tidak inovasi kamu dilibas yang lain.
Jadi ketika mau ikut keberhasilan didalam perahu android, selain
menghasilkan handset yang layak jual, vendor juga harus ikut
mendayung, kalau tidak tertinggal dan dilupakan.

Benar ada masalah fragmentasi di android, tapi no big deals seperti
diceritakan diatas. Apakah masalah ini tidak ada di iPhone? Dengan
rajinnya sekarang iPhone berperang dengan lock jailbreak, setiap
beberapa saat ada upgrade, 4.0, 4.01. 4.02, 4.1 dan mau 4.2 . Kalau
kita rajin mendownloadnya bayangkan berapa giga habis untuk OS ini,
karena iphone OS nya sudah menyentuh 500-600 Mega
Dan tidak semua aplikasi yang tadinya jalan di OS yang satu akan jalan
di OS mendatang 

Oom Steve , senang dengan angka2, penjualan iPhone sekian juta,
mengalahkan RIM dll (walau kemudian dibantah oleh RIM juga), jangan
suka tergiur dengan angka2.
Look at Nokia, terlalu asik dengan angka2 penjualannya sampai lupa
berinovasi, dan a little too late sekarang untuk mengejar perahu
iPhone dan android yg asik ngebut. Walau tahun 2012 symbian akan tetap
nomer 1 dalam hal jumlah, tapi tidak lagi ada gengsi memakainya.
Jangan nanti suatu saat speech oom Steve yang memberikan banyak
inspirasi hanya tinggal angka2…
Kalau oom Steve berhenti berinovasi, saya takut android juga berhenti,
coz no one to fight for 

Selamat ulang tahun ke 2 android
Keep Open Source
Keep open for choices
Keep Innovation

Senang kamu hadir menjadi penyeimbang, so we don’t face a draconian future…

Salam,

Lucky Sebastian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s